Interprofessional Education (IPE): Inovasi Pendidikan dan Penelitian di Bidang Kedokteran Gigi Berbasis Kolaborasi

Andi Sri Permatasari

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasamuddin

Kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian serius. Hal ini terlihat bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90% penduduk Indonesia. Sejak dahulu juga telah diketahui hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan sistemik. Sehingga kita perlu menyadari bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan integral dari kesehatan secara umum yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Kontribusi dan kolaborasi yang efektif dari berbagai disiplin ilmu merupakan kunci dari pelayanan kesehatan memberi dampak positif dalam penyelesaian berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

Pendidikan dan penelitian adalah kunci untuk mengembangkan dan meningkatkan metode serta kualitas pelayanan kesehatan ke masyarakat. Namun permasalahan umum yang dihadapi oleh mahasiswa kedokteran gigi adalah  minimnya kegiatan penelitian. Hal ini sangat kontras bila dibandingkan dengan pendidikan di luar negeri. Oleh karena itu terkait usaha peningkatan mutu sumber daya dan profesionalitas tenaga kesehatan di era global diperlukan inovasi dan strategi yang dimulai pada level sistem pendidikan kedokteran gigi itu sendiri diikuti dengan peningkatan penelitian di Indonesia melalui Interprofessional education yang berbasis kolaborasi.

Interprofessional education atau yang biasa disingkat IPE adalah satu inovasi dalam konsep pendidikan profesi kesehatan yang dicetuskan oleh WHO. IPE merupakan suatu proses dimana sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan yang memiliki perbedaan latar belakang profesi melakukan pembelajaran bersama dalam periode tertentu, berinteraksi dan berkolaborasi dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Penerapan sistem IPE dalam dunia pendidikan kesehatan di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas mahasiswa kesehatan khususnya mahasiswa kedokteran gigi di Indonesia dalam 3 aspek yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi dalam upaya pembangunan kesehatan Indonesia. Agar tenaga kesehatan kedepannya terbiasa melakukan kolaborasi saat di tatanan pelayanan maka perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan dengan konsep IPE.

IPE dalam dunia pendidikan dan penelitian melibatkan mahasiswa kesehatan dari berbagai profesi untuk saling belajar secara berdampingan. IPE menekankan kerja sama tim, memahami peran profesi yang lain, tanggung jawab, komunikasi, saling menghormati, dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1996, Universitas Linkoping Swedia memasukkan kurikulum IPE ke dalam kurikulumnya. Mahasiswa kesehatan dari berbagai disiplin ilmu membahas kasus bersama dan diakhir program mereka memberikan paparan tentang kasus tersebut dengan pendekatan holistik.

Penerapan IPE dalam dunia pendidikan dan penelitian dalam bidang kedokteran gigi seharusnya dilakukan sehingga mahasiswa akan terlatih untuk ambil bagian di dalam sebuah tim, bagaimana bisa berkontribusi, mendengar pendapat, dan berdiskusi demi tujuan, bukan hanya dengan mahasiswa jurusan yang sama tetapi juga dengan mahasiswa program kesehatan lain. Pembelajaran IPE yang berjalan baik diharapkan dapat menghasilkan profesional di bidang kesehatan yang mampu berkolaborasi dengan profesi kesehatan lain, sehingga dapat berperan serta dalam pembangunan kesehatan dan peningkatan dalam sistem layanan kesehatan secara signifikan di Indonesia.

Kita sebagai mahasiswa kesehatan harus mendukung dan ikut aktif berpartisipasi dalam penerapan sistem Interprofessional education. Sistem ini adalah sistem yang paling efektif yang dapat diimplementsikan dalam sistem pendidikan kesehatan dunia. Sudah banyak bukti dan penelitian yang menunjukkan berbagai manfaat sistem ini. Interprofessional education juga memberikan suatu batasan terhadap wewenang profesi satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada bidang profesi yang merasa terdiskriminasi. Maka dari itu, sebagai mahasiswa calon tenaga kesehatan kita harus mendukung pelaksanaan sistem ini di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kemampuan interprofessional.

Sekarang adalah masa yang penuh tantangan dan peluang di bidang kedokteran gigi. IPE memberikan kita kesempatan untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait ilmu kedokteran gigi dan mengintegrasikannya dengan kesehatan sistemik. Mahasiswa kedokteran gigi juga harus berperan aktif dalam melakukan penelitian-penelitian yang berbasis kolaborasi. Sehingga dapat muncul solusi-solusi cerdas dari permasalahan yang ada di bidang kedokteran gigi. Perkembangan pesat diagnostik saliva dapat membuka lebih banyak kesempatan untuk dokter gigi untuk berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan umum. Selain itu standar akreditasi baru untuk profesi dokter gigi menyatakan bahwa lulusan harus kompeten dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan anggota lain dari tim kesehatan untuk memfasilitasi penyediaan layanan kesehatan dan jelas bahwa sistem Interprofessional education diharapkan umtuk berperan penting dalam kurikulum kita.

Leave a Reply

  • (will not be published)


4 + = nine