<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PSMKGI - Official Site</title>
	<atom:link href="http://psmkgi.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psmkgi.org</link>
	<description>Official Site of Persatuan Senat mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 12:35:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Nursing Bottle Caries</title>
		<link>http://psmkgi.org/article/nursing-bottle-caries/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/article/nursing-bottle-caries/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 12:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Gigi anak memiliki resiko untuk terjadi kerusakan sejak awal periode tumbuhnya gigi di rongga mulut]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>(Early Childhood Caries)<strong><img class="alignright" src="http://u.psmkgi.org/img/nursing1.jpg" alt="" width="108" height="132" /></strong></p>
<div>
<p>Oleh : Jeffrey, drg., Sp. KGA</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesehatan rongga mulut yang baik akan mencerminkan kesehatan umum yang baik pula. Gigi anak memiliki resiko untuk terjadi kerusakan sejak gigi ini muncul di rongga mulut. Anak yang tertidur dengan susu atau minuman yang mengandung gula di rongga mulut akan mengalami Nursing Bottle Caries.</p>
<p>Nursing Bottle Caries (NBC) melibatkan hampir seluruh gigi dengan pola tertentu, berhubungan dengan pemberian susu atau cairan yang mengandung gula dengan frekuensi yang tinggi dan cara yang tidak tepat. Kondisi ini merupakan kondisi dengan kerusakan gigi yang serius dan dapat dicegah, biasanya terjadi pada rentang usia 18 bulan – 3 tahun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 224px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/nursing2.jpg" alt="" width="214" height="143" /><p class="wp-caption-text">salah satu penyebab bottle caries</p></div>
<p>Penyebab utama NBC adalah pola pemberian susu yang tidak tepat, misalnya: pemberian susu atau cairan yang mengandung gula sampai anak tertidur, sehingga cairan tersebut menggenangi geligi. Cairan tersebut merupakan media yang sangat baik untuk mikroorganisme asidogenik untuk menghasilkan asam yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada email gigi.</p>
<p>Tanda NBC yaitu tampak adanya kavitas pada gigi depan atas, yang tampak seperti lubang kecil dan pit yang berwarna gelap yang pada akhirnya gigi dapat patah. Kerusakan gigi yang parah ini dapat menyebabkan anak akan mengalami kesulitan dalam berbicara maupun mengunyah.</p>
<p>Tahapan NBC adalah:</p>
<p>- Tahap awal: terjadi demineralisasi email pada servikal gigi sehingga gigi akan berwarna opak</p>
<p>- Tahap karies:  lesi mulai meluas sampai dentin, yang mengakibatkan perubahan warna pada permukaan labial, lingual, dan proksimal yang mungkin dapat disertai dengan rasa ngilu</p>
<p>- Tahap lesi dalam</p>
<p>- Tahap karies terhenti</p>
<p>Klasifikasi NBC:</p>
<p>-       Tipe 1: Mild-Moderate</p>
<p>Lesi karies melibatkan gigi incisivus dan molar, tampak pada anak usia 2-5tahun</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 186px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/nursing3.jpg" alt="" width="176" height="130" /><p class="wp-caption-text">Mild-Moderate</p></div>
<p>-       Tipe 2: Moderate – Severe</p>
<p>Lesi karies pada permukaan labiolingual pada gigi insicivus maksila, dengan atau tanpa caries pada gigi, tergantung pada usia anak dan tahap penyakit.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/nursing4.jpg" alt="" width="200" height="124" /><p class="wp-caption-text">Moderate-Severe</p></div>
<p>-       Tipe 3: Severe</p>
<p>Lesi karies terdapat pada hampir semua gigi, termasuk gigi insicivus mandibula, tampak pada anak usia 3-5tahun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 218px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/nursing5.jpg" alt="" width="208" height="147" /><p class="wp-caption-text">Severe</p></div>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>Pencegahan NBC adalah dengan:</p>
<p>- Membiasakan anak untuk minum susu dari gelas. American Academy of Pediatric Dentistry menganjurkan agar anak-anak lepas dari penggunaan botol susu pada usia 12-14bulan.</p>
<p>- Orang tua dibiasakan untuk membersihkan gigi bayi dengan kapas yang dibasahi air hangat setelah bayi minum susu.</p>
<p>- Mendidik dan membiasakan anak-anak untuk menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.</p>
<p>- Memberikan makanan pada anak hanya pada waktu jam makan saja, tidak memberikan makanan diantara waktu makan.</p>
<p>- Pencegahan lainnya dengan aplikasi fluor baik oleh sendiri melalui pasta gigi ataupun dengan pemberian flour oleh dokter gigi.</p>
<p>- Lakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi setiap 6bulan sekali. American Academy of Pediatric Dentistry menganjurkan kunjungan ke dokter gigi dimulai sejak umur 1tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi :</p>
<ol>
<li>Mc Donald R &amp; Avery D. <em>Dentistry for Child and Adolescent</em>. 7<sup>th</sup> ed.St. Louis: CV Mosby. 2000; 107-8.</li>
<li>Welbury R, et al. 2005. <em>Paediatric Deentistry. </em>3<sup>rd</sup> ed. Oxford University.</li>
<li>Pinkham J. R, et al. 2005. <em> Paediatric Dentistry : Infacy Through Adolescent. </em>4<sup>th</sup> ed. St Louis.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/article/nursing-bottle-caries/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Singapore] Student Volunteer Program &#8211; IDEM</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/student-volunteer-program-idem-singapore-2012/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/student-volunteer-program-idem-singapore-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 05:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Mempromosikan pengembangan industri kedokteran gigi, IDEM memperkenalkan program Student Volunteer APDSA]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Singapura – Wujud perkembangan ilmu dan teknologi dalam dunia kedokteran gigi semakin menunjukkan kemajuan setiap tahunnya dengan penemuan-penemuan brilian yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut di dunia. International Dental Exhibition Meeting (IDEM) yang rutin tiap dua tahun sekali diadakan oleh Asosiasi Dokter Gigi Singapura dengan kerjasama bersama Koelnmesse. Dalam edisi yang ketujuh ini, IDEM Singapore 2012 kembali dengan menampilkan perkembangan pesat dari ilmu dan teknologi kedokteran gigi melalui seminar ilmiah dan expo pameran untuk menjelaskan teknik perawatan terbaru.<span style="text-align: center;"> </span></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 295px"><img class=" " src="http://u.psmkgi.org/img/singapore1.jpg" alt="" width="285" height="214" /><p class="wp-caption-text">Pembukaan IDEM 2012 oleh Menteri Kesehatan Singapura, Ketua Asosiasi Dokter Gigi Singapura, VP Koelnmesse, dan President FDI-World Dental Federation  </p></div>
<p>Dalam upaya mempromosikan pengembangan industri kedokteran gigi, IDEM memperkenalkan program <em>Student Volunteer </em>melalui kerjasama dengan <em>Asia Pacific Dental Students Association</em> (APDSA). Perwakilan Negara mahasiswa, antara lain dari Australia, New Zealand, Kamboja, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Indonesia, dan tuan rumah Singapura. Beberapa diantaranya diwakili oleh perwakilan komunitas/senat/asosiasi mahasiswa kedokteran gigi di masing-masing Negara. Para duta mahasiswa dari tiap-tiap Negara ini juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti <em>tea-session</em> dengan sejumlah guru besar terkenal, diantaranya Profesor Urs Belser dari Universitas Jenewa, Swiss dan Profesor Robert Boyd dari Universitas Pasifik, California USA yang juga merupakan penemu metode teknik perawatan ortodontik alternatif, Invisalign.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 306px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/singapore2.jpg" alt="" width="296" height="222" /><p class="wp-caption-text">Tea-session bersama Profesor Urs Belser, Universitas Jenewa</p></div>
<p style="text-align: left;">Kegiatan <em>student volunteer</em> berlangsung selama empat hari dimulai dari tanggal 19 April 2012 hingga 22 April 2012. Agenda pertama para duta mahasiswa ini adalah pre-conference briefing, membantu menyiapkan keperluan dalam membantu berjalannya konferensi keesokan harinya. Tugas-tugas mereka, diantaranya membantu pelaksanaan seminar ilmiah, pelaksanaan lomba poster, mempersiapkan pembicara dan press conference serta acara malam bersama peserta, pembicara serta undangan IDEM Singapore 2012 yang juga dihadiri oleh Asosiasi Dokter Gigi masing-masing Negara, dan dihadiri juga oleh Presiden FDI-World Dental Federation, Dr Orlando Monteiro Da Silva.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 264px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/singapore3.jpg" alt="" width="254" height="191" /><p class="wp-caption-text">Sesi Foto perwakilan duta mahasiswa Indonesia, Aditya bersama Presiden FDI-World Dental Federation, Dr Orlando dan eksekutifnya</p></div>
<p style="text-align: left;">Setelah sukses dengan angkatan pertama duta mahasiswanya, IDEM Singapore 2014 menantikan angkatan selanjutnya untuk berkontribusi. Apakah anda salah satunya?. Sampai jumpa di IDEM Singapore 2014, 4-6 April 2014 Suntec Convention Center  J</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 283px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/singapore4.jpg" alt="" width="273" height="250" /><p class="wp-caption-text">First-batch student volunteer IDEM Singapore 2012</p></div>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>Ditulis oleh Aditya Mukti Setyaji (AMS, 2012)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/student-volunteer-program-idem-singapore-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Bandung] Reuni Alumni PSMKGI</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/bandung-reuni-alumni-psmkgi/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/bandung-reuni-alumni-psmkgi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 12:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 19 Februari 2012 telah dilaksanakan temu alumni dan pengurus PSMKGI wilayah Bandung]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bandung – Minggu, 19 Februari 2012 telah dilaksanakan temu alumni dan pengurus PSMKGI wilayah Bandung yang beranggotakan 3 universitas, yakni Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI),  Universitas Kristen Maranatha. Acara tersebut dibuka oleh ketua pelaksana, Aisya Alifiani (UNPAD) dan Koordinator Komisi D (Media &amp; Jaringan), Aditya Mukti Setyaji (UNAIR) kemudian juga hadir beberapa alumni pengurus PSMKGI terdahulu, diantaranya Dr. Kosterman ,drg., MM(Pemimpin Redaksi Buletin Dentamedia), drg. Dani Firman (Staff Dosen FKG UNPAD), drg. Harfindo Nismal (Staff Dosen UNAND), drg. Aam, drg. Zaki, drg. Ickman Seto dan beberapa alumni yang masih menjalani koas, teh Fini, teh Ndith, dan teh Felisha.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/Reuni%20Alumni%20Bandung.jpg" alt="" width="468" height="314" /><p class="wp-caption-text">Reuni Alumni PSMKGI</p></div>
<p>Selain ramah tamah, dalam temu alumni juga dibahas tentang kondisi PSMKGI saat ini dan sharing dengan alumni untuk memberikan saran dan masukan untuk dikembangkan oleh PSMKGI. Salah satunya tentang penerbitan jurnal ilmiah tingkat nasional yang diwacanakan oleh Komisi A yang membidangi divisi pendidikan dan keprofesian dalam menghadapi tuntutan nasional (Dikti) yang memberikan pra-syarat bagi lulusan S1 untuk mempublikasikan karyanya di jurnal ilmiah. Kemudian juga yang menjadi inti dari temu alumni ini adalah inisiasi untuk diadakan temu alumni PSMKGI tingkat nasional, para alumni menanggapi dengan respon baik dalam menyambut pembentukan forum alumni pengurus PSMKGI, bahkan beberapa diantaranya mengusulkan agar PSMKGI memfasilitasi pertemuannya ketika ada Kongres PDGI tingkat nasional. Penampilan institusi juga menghiasi temu alumni dan pengurus PSMKGI diantaranya UNJANI, UKMaranatha, dan UNPAD yang menampilkan penampilan seni musik dan drama. (ams)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/bandung-reuni-alumni-psmkgi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koin Untuk Pendidikan</title>
		<link>http://psmkgi.org/agenda/koin-untuk-pendidikan/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/agenda/koin-untuk-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 12:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Coming soon..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 563px"><img class="   " src="http://u.psmkgi.org/img/psmkgi_hardiknas2012.jpg" alt="" width="553" height="442" /><p class="wp-caption-text">KOIN UNTUK PENDIDIKAN</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Coming soon..</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/agenda/koin-untuk-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetisi Essay HPEQ Student</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/kompetisi-essay-hpeq-student/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/kompetisi-essay-hpeq-student/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 10:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[ HPEQ Student kembali mengadakan kompetisi essay berhadiah tiket untuk mengikuti 3rd HPEQ International Conference]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Halo teman teman mahasiswa kesehatan,</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Memasuki tahun 2012, mahasiswa dari 7 program studi kesehatan yang diwakili oleh <span style="color: #ff6600;">Center for Indonesian Medical Students&#8217; Activities (CIMSA), Asian Medical Students’ Association (AMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan (HIMADIKA), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan (IMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI)</span> kembali mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mendukung keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam advokasi mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia dalam bidang pendidikan ilmu kesehatan. Untuk menjaring ide-ide segar mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi ilmu kesehatan dan menumbuhkan kebiasaan yang baik dalam penyaluran pendapat, HPEQ Student yang merupakan program kerja nasional untuk mahasiswa pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia kembali mengadakan kompetisi essay berhadiah tiket untuk mengikuti 3rd HPEQ International Conference yang akan diselenggarakan dengan konsep baru. Selain itu, seperti tahun sebelumnya, para pemenang juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa di HPEQ Student serta kesempatan untuk memuat tulisannya dalam media-media HPEQ Student.</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Kali ini HPEQ Student kembali mengadakan kompetisi essay. Ada tiga tema yang diambil dalam kompetisi ini yaitu:</span></div>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: medium;">Peran mahasiswa dalam akreditasi pada institusi pendidikan</span></li>
</ul>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Berdasarkan UU RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 6 “<em>Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan</em>.”<em> </em>Sedangkan berdasarkan UU RI no 20 tahun 2003, pasal 8  “<em>Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi</em>”. Dari dua pasal di tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat, wajib dan berhak ikut serta dalam penentuan kebijakan sistem pendidikan. Akreditasi merupakan salah satu bentuk pengawasan terhadap kualitas pendidikan di tiap institusi pendidikan. Untuk itu berdasarkan dua pasal UU di atas mahasiswa memiliki peranan terhadap akreditasi, namun bagaimana seharusnya pelaksanaan akreditasi di tiap institusi serta peranan mahasiswa didalamnya selama ini? Apakah mahasiswa sudah dilibatkan dalam proses akreditasi? Dan bagaimana seharusnya bentuk dan peranan mahasiswa di tiap institusi?</span></div>
</blockquote>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> <span style="font-size: medium;">Standar kompetensi masing masing profesi</span></span></li>
</ul>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002 kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. namun untuk saat ini kompetensi profesi kesehatan masih belum jelas penerapannya, sedangkan standar kompetensi tenaga kesehatan sangat penting untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional. Kompetensi profesi seperti apa yang dapat memberikan hasil tersebut? Bagaimana seharusnya standar sebuah profesi dalam pencapaian kesehatan? Dan apakah kompetensi profesi sudah menjawab masalah masalah kesehatan di Indonesia?</span></div>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif; font-size: medium;">Uji kompetensi masing masing profesi</span></li>
</ul>
<blockquote>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Uji kompetensi profesi menurut Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) 2011 adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Masing-masing profesi memiliki uji kompetensi masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan kompetensi dari profesi tersebut. Lalu bagaimana uji kompetensi di masing-masing profesi untuk saat ini? Apakah sudah dapat menguji kompetensi dari suatu profesi tersebut? Apakah uji kompetensi ini dapat memjamin terciptanya standart kompetensi yang dimiliki suatu profesi? Bagaimana pelaksanaan dari uji kompetensi di masing-masing institusi?</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><br />
</span></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><span style="font-size: medium;">Persyaratan umum:</span></span></div>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Mahasiswa Kesehatan Seluruh Indonesia baik jenjang S1 maupun D3.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Essay yang dikirim merupakan karya perorangan dan bukan karya kelompok.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Essay belum pernah dilombakan atau dimuat diberbagai media cetak, media elektronik atau majalah dan bukan merupakan karya dari hasil copy atau plagiat.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu judul essay.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Menyertakan identitas diri seperti nama, alamat tinggal, email, no hp, prodi, univ dalam bentuk pdf yang diberi nama file indentitas.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Menyertakan scan copy KTM (kartu tanda mahasiswa), surat keterangan dari pihak kampus dan BEM/HIMA.</span></li>
</ul>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><span style="font-size: medium;">Persyaratan Essay:</span></span></div>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Essay ditulis dalam bentuk .pdf,  <strong>nama lengkap sebagai nama file</strong></span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Essay dibuat dalam bahasa Indonesia.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Memuat minimal 3 referensi.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Jumlah kata maksimal 700 kata.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Huruf mengunakan Times New Roman dengan ukuran 12 dan spasi 1,5.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Essay lomba dan identitas diri dikirimkan ke email <strong><span style="color: #ff6600;"><a rel="nofollow" href="mailto:student.hpeqconference@gmail.com" target="_blank">student.hpeqconference@gmail.com</a></span>. </strong>dengan subjek : &#8220;Kompetisi Essay&#8221;. Identitas ditulis dengan format <strong>nama lengkap &#8211; universitas &#8211; fakultas &#8211; no. handphone &#8211; angkatan &#8211; email</strong></span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Lomba dilaksanakan mulai tanggal 1 &#8211; 31 mei 2012</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Pengiriman Paling Lambat pada tanggal 31 Mei 2012 pukul 23.59.</span></li>
</ul>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><span style="font-size: medium;">Hadiah:</span></span></div>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> 5 Essay terbaik mendapatkan kursi di 3<sup>rd</sup> HPEQ International Conference</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> 20 Essay terbaik mendapatkan piagam dan publikasi oleh HPEQ Student</span></li>
</ul>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"><span style="font-size: medium;">Pengumuman Pemenang:</span></span></div>
<ul>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Sebelum pemenang diumumkan, essay yang masuk akan dinilai oleh juri.</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Pengumuman akan diumumkan pada bulan Juni 2012 melalui web resmi HPEQ student</span></li>
<li><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Pemenang ditentukan berdasarkan penilaian juri dan tidak bisa diganggu gugat.</span></li>
</ul>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> </span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi <strong><span style="color: #ff6600;"><a rel="nofollow" href="mailto:student.hpeqconference@gmail.com" target="_blank">student.hpeqconference@gmail.com</a></span></strong></span></div>
<p><span style="color: #888888;"><span style="color: #888888; font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;"> </span></span></p>
</div>
<p><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">&#8211;<br />
Candrika Dini Khairani (Dini)<br />
National Officer on Medical Education 2011-2012<br />
Center for Indonesian Medical Students&#8217; Activities (CIMSA)<br />
Faculty of Medicine<br />
Gadjah Mada University</span></p>
<p>phone: <a rel="nofollow">+62811819203</a><br />
email : <a rel="nofollow" href="mailto:nome@cimsa.or.id" target="_blank">nome@cimsa.or.id</a>;</p>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">personal email: <a rel="nofollow" href="mailto:fc.puspita@gmail.com" target="_blank">candrikadini@yahoo.com; </a><a rel="nofollow" href="mailto:puspita.hapsari@yahoo.com" target="_blank">adrianagrenier@yahoo.com</a></span></div>
<div><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">skype: candrikadini</span></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/kompetisi-essay-hpeq-student/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pramunas PSMKGI XII : Salam Dari Purwokerto</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/pramunas-psmkgi-xii-salam-dari-purwokerto/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/pramunas-psmkgi-xii-salam-dari-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 15:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Rangkaian kegiatan Pramunas XII PSMKGI yang bertajuk “Dentistry For Smile” di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Maret tahun 2012 ini merupakan suatu bulan yang paling bersejarah bagi Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Mengapa dikatakan sebagai bulan yang bersejarah? karena pada bulan Maret 2012 inilah tepatnya dari mulai tanggal 6 sampai dengan tanggal 10, Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman didaulat sebagai tuan rumah kegiatan Pra Musyawarah Nasional XII Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), dan kegiatan pengabdian masyarakat yang bernama “Senyum Luar Biasa” yang masih satu rangkaian kegiatan PSMKGI.</p>
<p>Kegiatan yang bertajuk “Dentistry For Smile” yang diketuai oleh saudara Mahindra<a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1581135954" target="_blank"> </a>Awwaludin Romdlon ini dibuka secara langsung oleh Pembantu Rektor III Unsoed yakni Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si. pada tanggal 6 Maret 2012 di Auditorium gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi Unsoed, dihadiri pula oleh jajaran pejabat kampus Unsoed.</p>
<div id="attachment_1499">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 499px"><img class=" " src="http://u.psmkgi.org/img/gong.jpeg" alt="" width="489" height="324" /><p class="wp-caption-text">Pemukulan Gong : Pembukaan Rangkaian Pramunas PSMKGI oleh Pembantu Rektor III Unsoed</p></div>
</div>
<p>Para delegasi dari berbagai institusi Kedokteran Gigi di Indonesia diantaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Trisakti, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Institut Ilmu Kesehatan Kediri, Universitas Hang Tuah, Universitas Negeri Jember, Universitas Mahasaraswati, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin. Setelah mengikuti <em>opening ceremony</em> di kampus Unsoed langsung menuju tempat berlangsungnya kegiatan Pra Musyawarah Nasional PSMKGI XII di Hotel Prima Baturraden .</p>
<p>Selama 2 hari yakni dari tanggal 6 sampai dengan 7 Maret para delegasi mengikuti rapat Pra Munas XII PSMKGI dengan baik dan tertib, perbedaan ketika berjalannya diskusi semakin membuat dinamika PSMKGI semakin terasa, dan perbedaan pendapat tersebut suatu indikator bahwa sumber daya manusia (SDM) PSMKGI sudah cukup matang dalam mengikuti orbit dinamika berorganisasi. Rapat tersebut dalam rangka mengevaluasi tengah kepengurusan PSMKGI (Periode 2010 – 2012) dibawah nahkoda Khoirul Anam, S.KG sebagai Sekretaris Jenderal dan Ufo Pramigi, S.KG sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Hasil dari rapat tersebut lahirah beberapa evaluasi dan beberapa rekomendasi untuk Musyawarah Nasional XII PSMKGI Oktober 2012 mendatang yang akan dilaksanakan di Bali, dan Universitas Mahasaraswati (Unmas) sebagai tuan rumahnya. Sebagian besar hasil rapat kemarin adalah membahas mengenai posisi PSMKGI sebagai organisasi mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia, yang mana mempunyai tanggung jawab besar terhadap pembangunan nasional khususnya dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.</p>
<div id="attachment_1501">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 499px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/dsc_2504.jpeg" alt="" width="489" height="322" /><p class="wp-caption-text">Senyum Luar Biasa : Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Sekolah Luar Biasa</p></div>
</div>
<p>Pada hari ketiga tepanya tanggal 8 Maret seluruh delegasi bersama sebagian mahasiswa Kedokteran Gigi Unsoed, didampingi oleh staff dosen Kedokteran Gigi Unsoed, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Senyum Luar Biasa”. Sesuai dengan namanya kegiatan ini sangat luar biasa, karena dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Bukan tanpa alasan PSMKGI memilih SLB sebagai tempat untuk mengabdikan diri, melainkan saat ini keberadaan SLB sangat kurang terperhatikan oleh pemerintah, apalagi kesehatan gigi dan mulutnya, itulah alasan PSMKGI memilih SLB. Kegiatan yang dilakukan adalah berupa penyuluhan <em>(dental health education)</em> yang bersifat preventif dan promotif bagi siswa SLB dan para orang tuanya. SLB yang dipilih adalah SLB B Yakut dan SLB C Yakut Purwokerto. “Banyak sekali pelajaran tentang arti kehidupan yang bisa diambil dalam kegiatan Senyum Luar Biasa kemarin” itulah kalimat yang sering diutarakan oleh para delegasi ketika ditanya tentang kesan mengikuti kegiatan tersebut.</p>
<p>Setelah mengikuti kegiatan Senyum luar biasa, para delegasi dari berbagai institusi diajak untuk mengelilingi kota Purwokerto, dan tak lupa diajak pula untuk menikmati sajian kuliner khas Kota Purwokerto yakni soto sokaraja, tempe mendoan, dan gethuk goreng.</p>
<p>Setelah rangkaian Pra Munas XII dan SLB selesai hari keempat (9 Maret 2012) para delegasi mengikuti kegiatan keilmuan yakni dengan mengikuti kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Kedokteran Gigi Unsoed, kemudian hari terakhir (10 Maret 2012) adalah hari untuk mengakrabkan antar delegasi, pada hari terakhir panitia menyuguhkan acara <em>outbound</em> yang bertempat di lokawisata Baturraden, Purwokerto. Kami selaku panitia berharap semoga 5 hari di Purwokerto para delegasi mendapatkan kenangan dan hikmah yang luar biasa, untuk bekal di masa depan nanti sebagai calon dokter gigi yang bermanfaat untuk Bangsa dan Negara Indonesia.</p>
<p>HIDUP MAHASISWA!!</p>
<p>VIVA PSMKGI!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ditulis oleh: Gelar S. Ramdhani</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/pramunas-psmkgi-xii-salam-dari-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberhasilan Perawatan Orthodontic</title>
		<link>http://psmkgi.org/article/keberhasilan-perawatan-orthodontic/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/article/keberhasilan-perawatan-orthodontic/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 15:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mencapai hasil perawatan ortodonti yang ideal tidak mudah, dipengaruhi banyak faktor. Apa sajakah?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuan perawatan ortodonsi atau kawat gigi cekat adalah menciptakan hubungan kontak sebaik mungkin dengan estetika wajah yang baik. Tentu, tujuan utama dari perawatan ortodonti adalah mendapatkan penampilan susunan gigi dan wajah yang menyenangkan, secara estetika dengan fungsi yang baik dan dengan gigi-gigi dalam posisi stabil.</p>
<p>Fungsi perawatan ortodonti ada dua macam yaitu untuk estetika dan mengembalikan fungsi yang tidak normal. Pada susunan gigi yang maju pada rahang atas ataupun rahang bawah, gigi yang tidak teratur.</p>
<p>Mengapa perawatan ortodonti/kawat gigi cekat itu penting?</p>
<p>Begitu pula gigi yang renggang meyebabkan senyum menjadi kurang menarik, sehingga berdampak pada sisi emosional yaitu menjadi tidak percaya diri. Disamping itu pada gigi yang tidak rapi proses pembersihannya sulit sehingga akan menyebabkan gigi berlubang, penyakit gusi, bahkan dapat menyebabkan gigi lepas.</p>
<p>Pada gigi belakang yang tidak kontak menyebabkan kesulitan pada waktu mengunyah. Sehingga makanan menjadi tidak lembut, terjadi gangguan pencernaan. Pada gigi depan yang tidak kontak atau gigitan terbuka menyebabkan gangguan fungsi berbicara, dimana tidak dapat mengucapkan vokal tertentu dengan jelas.</p>
<p>Pada kasus tersebut di atas apabila tidak dirawat akan menyebabkan penggunaan yang tidak normal pada permukaan gigi. Tidak efektifnya fungsi pengunyahan, tekanan yang berlebihan pada gusi dan tulang yang mendukung gigi atau gangguan sendi rahang, sakit kepala dan sakit pada wajah dan leher.</p>
<p>Sebagian besar orang berpikir, perawatan ortodonti/kawat gigi adalah untuk remaja, padahal waktu yang paling baik untuk mulai perawatan ortodonti/kawat gigi adalah umur 9 tahun. Bahkan American Association of Orthodontists (AAO) merekomendasikan anak-anak usia 7 tahun kontrol ke ortodontis ( dokter gigi spesialis ortodonti/kawat gigi).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://u.psmkgi.org/img/orthodontics-before-and-after.jpg" alt="" width="450" height="288" /><p class="wp-caption-text">Sebelum dan sesudah : Hasil perawatan orthodontic</p></div>
<p>Dokter gigi spesialis ortodonti/kawat gigi akan mendeteksi kelainan pada susunan gigi dan bentuk rahang sedini mungkin serta menentukan waktu yang tepat untuk perawatan ortodonti/kawat gigi , apakah perlu segera atau menunggu, kontrol periodik 3 bulan sekali. Perawatan ortodonti/kawat gigi apabila dimulai pada waktu yang tepat/sedini mungkin, perawatan menjadi lebih mudah dan akan menghasilkan yang lebih baik, walaupun perawatan ortodonti/ kawat gigi cekat dapat berhasil pada usia berapapun.</p>
<p>Keberhasilan perawatan ortodonsi</p>
<p>Untuk mencapai hasil perawatan ortodonti yang ideal tidak mudah, dipengaruhi banyak faktor. Faktor paling penting yang menentukan keberhasilan perawatan ortodonti/ kawat gigi adalah operator dimana dilakukan oleh seorang yang benar-benar ahli (dokter gigi yang sudah spesialis ortodonti/kawat gigi).</p>
<p>Kepandaian dokter gigi spesialis dalam menentukan diagnosa dan rencana perawatan, pengetahuan tentang biomekanik pergerakan gigi serta ketrampilan dalam melakukan perawatan dan yang tidak kalah penting adalah pengalaman adalah faktor penting keberhasilan perawatan ortodonti.</p>
<p>Keberhasilan juga merupakan kerja sama antara dokter dengan pasien. Pasien harus disiplin dalam hal waktu kontrol, selektif memilih makanan dan menjaga kebersihan mulut.</p>
<p>Perawatan ortodonti/kawat gigi sebetulnya tidak sakit, memang harus dilakukan oleh seorang yang benar-benar ahli. Dokter harus mengetahui reaksi biologis dari gigi dan jaringan sekitarnya terhadap tekanan mekanis dari alat ortodonti. Tekanan pada gigi harus konstan dan tidak melebihi tekanan kapiler darah, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit dan kerusakan jaringan.</p>
<p>Sebagian pasien merasakan kurang nyaman saat braket/ alat ortodonti cekat dipasang. Setelah melewati masa adaptasi 3-5 hari, pasien akan terbiasa. Untuk mengatasi iritasi pada gusi ada semacam malam/karet yang ditempel pada braket, obat kumur dan obat-obatan yang diminum.</p>
<p>Susunan gigi dan bentuk rahang sangat berpengaruh terhadap bentuk wajah/ profil dan kesehatan seseorang. Susunan gigi yang rapi, rahang yang rata/normal membuat senyum yang indah sehingga kita menjadi lebih percaya diri. Tidak ada kata terlambat untuk perawatan ortodonti karena dapat dilakukan pada usia berapa pun dan tidak sakit.</p>
<p>Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ditulis oleh :</p>
<p><strong><a href="http://www.blogger.com/profile/07292539387665042371">Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort</a></strong></p>
<p>Fakultas Kedokteran Gigi, Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/article/keberhasilan-perawatan-orthodontic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DPR: Pendidikan Dokter Harus Diatur UU</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/dpr-pendidikan-dokter-harus-diatur-undang-undang/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/dpr-pendidikan-dokter-harus-diatur-undang-undang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 23:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi keharusan untuk DPR membuat, merumuskan dan menetapkan Undang - undang tentang Pendidikan Kedokteran]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta </strong>- Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Mahyuddin mengatakan sudah menjadi keharusan secara yuridis untuk Dewan Perwakilan Rakyat membuat, merumuskan dan menetapkan Undang-undang tentang Pendidikan Kedokteran.</p>
<p>&#8220;Ini sesuai amanat Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 pada pasal 20 dan 21 DPR memegang kekuasaan membentuk Undang-undang,&#8221; kata Mahyuddin dalam seminar Relevansi Jenjang Formal Pendidikan kedokteran Indonesia di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis, 23 Februari 2012.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class=" " src="http://u.psmkgi.org/img/ketuakomisiX.jpg" alt="" width="480" height="240" /><p class="wp-caption-text">Ketua Komisi X DPR RI : Sedang menggodok UU Pendidikan Dokter</p></div>
<p>Menurut Mahyuddin, UU tentang pendidikan kedokteran bukan hanya sebagai bentuk pelaksanaan amanat konstitusi. &#8220;UU ini penting untuk mengisi transisi hukum pendidikan kedokteran,&#8221; ujarnya. Selama ini, kata dia, hukum mengenai pendidikan kedokteran belum ada dalam bentuk ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Mahyuddin menegaskan, UU pendidikan kedokteran akan mengatur tentang proses pendidikan kedokteran. &#8220;Ini sangat penting untuk dipahami bersama.&#8221; Agar para pemegang kepentingan mempunyai pandangan yang sama dalam mengkritisi dan memberi masukan. &#8220;Tanggapan juga sebagai penyempurna rumusan dan norma hukum yang akan dimasukkan dalam UU pendidikan kedokteran,&#8221; kata dia.</p>
<p>(Afrilia Suryanis/Tempo.co)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/dpr-pendidikan-dokter-harus-diatur-undang-undang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirikan FK, Wajib Ada RSP Dulu</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/dirikan-fk-wajib-ada-rsp-dulu/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/dirikan-fk-wajib-ada-rsp-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 14:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran (FK) wajib punya rumah sakit pendidikan (RSP)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paling lambat empat tahun mendatang, seluruh perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran (FK) wajib punya rumah sakit pendidikan (RSP). Tak peduli perguruan tinggi negeri atau swasta. Bila syarat itu tidak terpenuhi, Kemendikbud akan mencabut izin mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, selama ini FK boleh berdiri meski kampus tersebut tidak memiliki RSP. Akibatnya, pengelola kampus menempatkan mahasiswa yang akan praktik di sejumlah rumah sakit daerah setempat.</p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 462px"><img class=" " src="http://u.psmkgi.org/img/RSUB.jpg" alt="" width="452" height="600" /><p class="wp-caption-text">Dikebut Siang Malam : Pembangunan RSUB</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Longgarnya pendirian FK tanpa ada RSP itu akhirnya menuai kritik. Sebab, kualitas mahasiswa FK cenderung tidak bagus. Selain itu, kampus tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengontrol rumah sakit tempat mahasiswa tersebut berpraktik. Kampus terbentur dengan aturan rumah sakit daerah itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ke depan, menurut Djokom kampus yang mengajukan izin pendirian FK terlebih dahulu harus memiliki RSP. “RSP itu sifatnya wajib.” Tegas dia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menggenjot pendirian RSP, pemerintah masih memberikan bantuan untuk perguruan tinggi negeri (PTN). Namun untuk PT Swasta, pembangunan harus diupayakan sendiri. “Tidak ada bantuan.” Ujar Djoko.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img class=" " src="http://u.psmkgi.org/img/rumah-sakit-usu.jpg" alt="" width="512" height="342" /><p class="wp-caption-text">Megah : RSP milik USU</p></div>
<p>Tidak adanya bantuan itu membuat pengelola kampus swasta resah. Ketua Tim Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Se-Indonesia Suyatno mengatakan, jika memang tidak ada bantuan dari pemerintah, pihaknya berancang-ancang menggenjot pemasukan dari masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan , aturan itu masih digodok. Ketika aturan tersebut disahkan, seluruh PT wajib menjalankannya. (wan/c10/nw JawaPos)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/dirikan-fk-wajib-ada-rsp-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dokter Gigi &#8220;Numpuk&#8221; di Jawa</title>
		<link>http://psmkgi.org/news/dokter-gigi-numpuk-di-jawa/</link>
		<comments>http://psmkgi.org/news/dokter-gigi-numpuk-di-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 03:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psmkgi.org/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Distribusi tenaga kesehatan sampai saat masih menjadi problem utama dalam bidang layanan kesehatan, termasuk dokter gigi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Distribusi tenaga kesehatan (dokter) sampai saat masih menjadi problem utama dalam bidang layanan kesehatan. Betapa tidak, dari sekitar 22.203 dokter gigi dan dokter spesialis gigi yang ada di Indonesia, hampir sebagian besar menumpuk di pulau Jawa.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img class=" " src="http://u.psmkgi.org/img/Foto-Profil-Prof-Eky.jpg" alt="Ketua AFDOKGI : Prof. Dr. drg. Eky S. Soeria Soemantri,drg., Sp.Ort.(K)" width="360" height="240" /><p class="wp-caption-text">Ketua AFDOKGI : Prof. Dr. drg. Eky S. Soeria Soemantri,drg., Sp.Ort.(K)</p></div>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dari data yang ada, 70-80 persen dokter gigi ada di pulau Jawa. Sementara yang spesialis dokter gigi, 90 persen ada dipulau jawa,&#8221; kata  Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Eky S. Soeria Soemantri,  Kamis, (19/1/2012), di Jakarta.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, kata Eky, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kini tengah merancang Undang-Undang Pendidikan Kedokteran dan UU Perguruan Tinggi. Diharapkan, tahun ini rancangan tersebut bisa terselesaikan.  &#8220;Dalam isi rancangannya, akan ditata soal kesehatan, termasuk kedokteran gigi dan pelayanannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Eky, Jakarta termasuk daerah yang distribusi dokter dan spesialis giginya paling bagus, yakn sekitar 1 dokter berbanding 4000 pasien. Padahal menurut data dari Kemenkes idealnya 1:9000. Jadi, jumlah ini sudah melewati terget yang ditetapkan Kemenkes alias berlebihan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 448px"><img class="     " src="http://u.psmkgi.org/img/gambar%20news%20dokter%20gigi%20menumpuk.jpg" alt="" width="438" height="256" /><p class="wp-caption-text">Dokter Gigi menumpuk di Jawa</p></div>
<p>&#8220;Kenapa seperti ini? karena tidak ada sistem distribusi atau aturan yang benar dari pemerintah,&#8221; katanya, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjajaran, Bandung.</p>
<p>Eky menerangkan, dulu dokter gigi wajib kerja sarjana (WKS). Artinya, seorang lulusan dokter atau dokter gigi wajib bekerja di daerah tertentu. Tapi sekarang peraturan itu dihapuskan, karena alasan Hak Asasi Manusia (HAM). Akibatnya, sekarang semua dokter larinya ke kota-kota besar.</p>
<p>&#8220;PDGI tidak punya kewenangan menyebarkan atau mendistribusi dokter, karena ini sepenuhnya wewenang dari pemerintah,&#8221; jelasnya</p>
<p>Selain tidak adanya aturan yang jelas soal pengaturan pendistribusian tenaga kesehatan, masalah jaminan kesejahteraan bagi dokter yang berpraktek di daerah terpencil juga menjadi salah satu faktor penghambat.  Eky menceritakan, belum lama ini sudah ada dokter yang mau bertugas di daerah terpencil tetapi dia hanya mendapat gaji 4 bulan sekali. Padahal dia (dokter) butuh hidup dan makan. Dan pada saat ibunya meninggal, dia tidak punya ongkos untuk pulang. &#8220;Itu kan tragis sekali,&#8221; cetusnya.</p>
<p>Menurut Eky, masalah pendistribusian dokter bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat semata, tetapi juga pemerintah daerah. &#8220;Karena ada otonomi daerah. Jadi kalau pemerintah daerah memerlukan tenaga kesehatan di daerahnya, tentu dia harus mendatangkan dokter gigi ke daerahnya. Tapi harus juga dengan imbalan dan dana yang cukup,&#8221; katanya.</p>
<p>(health.kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psmkgi.org/news/dokter-gigi-numpuk-di-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

