P2SW : Bukti Lahirnya Pemilihan Berkualitas

Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia akan segera menyelenggarakan Musyawarah Nasional pada bulan Oktober 2014 mendatang, di FKG Universitas Jember. Salah satu agenda dari kegiatan ini adalah pemilihan sekertaris jenderal dan wakil sekertaris jenderal PSMKGI periode 2014-2016.

posterp2sw

Sebelumnya, PSMKGI menyelenggarakan seluruh proses pemilihan Sekjen dan Wasekjen saat Musyawarah Nasional. Kekurangan yang dirasakan dari proses pemilihan ini adalah tidak semua mahasiswa kedokteran gigi mengetahui calon Sekjen dan Wasekjen, padahal hal ini dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan inklusifitas PSMKGI. Selain itu, waktu yang terlalu singkat dirasakan kurang memaksimalkan penentuan Sekjen dan Wasekjen yang akan memimpin PSMKGI selama dua tahun selanjutnya.

Untuk tahun ini ada inovasi yang dilakukan dalam pemilihan Sekjen dan Wasekjen terkait dengan banyaknya kelemahan yang ditemui pada pemilihan sebelumnya. Pada dasarnya pemilihan Sekjen dan Wasekjen tetap sama dari periode sebelumnya namun ada sebuah inovasi yang dilakukan yakni sosialisasi jauh hari sebelum pemilihan Sekjen dan Wasekjen pada saat Munas nanti. Untuk itu dibentuk Panitia Pemilihan Sekjen dan Wasekjen (P2SW) yang mempunyai peran dan fungsi dalam penyelenggaraan proses pemilihan ini. Calon Sekjen dan Wasekjen dapat menjabarkan visi-misinya kepada seluruh mahasiswa kedokteran gigi Indonesia. Proses pemilihan masih menggunakan proses yang telah diterapkan sebelumnya. Proses pemilihan yang dimaksud adalah seluruh institusi pada saat Musyawarah Nasional memusyawarahkan Sekjen dan Wasekjen terpilih. Voting seluruh institusi anggota PSMKGI sangat menentukan penentuan Sekjen dan Wasekjen PSMKGI.

P2SW ini dalam menjalankan tugasnya dibawahi oleh Badan Pengawas PSMKGI. Secara struktur terdiri dari:

Ketua : Taufik Hamzah dari Universitas Indonesia

Wakil : Corrina Heparti dari Universitas Andalas

Divisi :

  1. Media:
  • Mohamad Zulfikar Idris dari Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Niwa Hafrina dari Universitas Baiturrahmah
  • Ning Puji Hutami dari Universitas Brawijaya
  1. Humas:
  • Cut Nyak Syafira dari Universitas Syiah Kuala
  • Annisa Anggita Putri dari Universitas Sriwijaya
  • Birgitta dari Universitas Moestopo
  • Silmina Susra dari Universitas Padjajaran
  • Henytaria Fajrianti dari Universitas Jendral Soedirman
  • Emanuel Damar Wisangsakti dari Universitas Airlangga
  • Muh. Farid Ma’ruf dari Universitas Hasanuddin

3. Divisi kajian:

  • Brigitta Chyntia Sutjahjo dari universitas Trisakti
  • Kiki Saputri dari Universitas Gadjah Mada
  • Ikhsan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Dzikri Faizal Subkhi dari Universitas Jendral Achmad Yani
  • Dio Ariestanto Leksono dari Universitas Jember

P2SW tidak hanya berhubungan dengan sosialisasi saja tapi juga yang mengeluarkan syarat menjadi Sekjen dan Wasekjen melakukan verifikasi data hingga mentetapkan apakah seorang calon Sekjen dan Wasekjen dianggap layak atau tidak. Jadi secara garis besar gambaran kerja P2SW ialah :

  • Sosialisasi P2SW kepada seluruh institusi,
  • Penetapan alur pendaftaran calon,
  • Menetapkan syarat-syarat Calon Sekjen dan Wasekjen,
  • Melakukan verifikasi data calon,
  • Menetapkan tata aturan kampanye calon,
  • Menetapkan poin pelanggaran
  • Mekanisme pemilihan pada saat munas.

Diharapkan dengan adanya P2SW ini dapat menghasilkan Sekjen dan Wasekjen yang lebih baik dan dapat diterima oleh semua institusi karena telah mengetahui dengan baik visi dan misi yang diusung calon Sekjen dan Wasekjen.

One Response to “P2SW : Bukti Lahirnya Pemilihan Berkualitas”

Leave a Reply

  • (will not be published)


six × 1 =