SEMINAR OCCLUSAL FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA

     Pada 3 April 2016 lalu, BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya, telah mengadakan Seminar Mahasiswa Nasional yang diadakan oleh Departemen Ilmu dan Teknologi. Seminar nasional ini merupakan seminar mahasiswa nasional pertama yang diadakan oleh BEM FKG UHT. Tema yang diusung adalah ‘OCCLUSION (Oral Clinical Update for Information and Education) dengan tema ‘Penanganan pada pasien dengan penyakit sistemik dan alergi’ dengan 3 pembicara, antara lain Prof. Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, Sp. PD-KEMD, FACE, yang merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fanny M. Laihad, drg., MM., Sp. BM, mantan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, serta Erfprinsi Wohon, dr., Sp. An, yang merupakan Staff Departemen Anestesi RSAL dr. Ramelan Surabaya.

     Seminar dimulai pukul 08.00 yang dibuka oleh Michelle Evania, sebagai Ketua Panitia, lalu dilanjutkan oleh Cakrawartya Ramadi, yang merupakan Presiden BEM FKG UHT, dan secara resmi buka oleh Widyastiti, drg., M. Kes., Wakil Dekan I FKG UHT. Rangkaian seminar dibagi menjadi 3 sesi. Sesi yang pertama kali dibawakan oleh Erfprinsi Wohon, dr., Sp. An yang judul Syok Anafilaktik. Kemudian dilanjutkan oleh Fanny M. Laihad, drg., MM., Sp. BM dengan judul Syncope. Selanjutnya sesi ketiga sekaligus sesi yang terakhir dibawakan oleh Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, MD, PhD, Sp. Pd, KEMD, FACE. Kemudian acara berakhir pada pukul 15.30.

     Tidak hanya dari mahasiswa FKG UHT, seminar ini juga dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden BEM FKG Universitas Brawijaya, Wakil Presiden BEM FKG Universitas Airlangga, serta beberapa peserta dari luar Universitas Hang Tuah.

uht 1

Foto bersama seluruh panitia, pembicara, dan peserta seminar OCCLUSION

uht 2

Foto bersama seluruh panitia, pembicara Seminar OCCLUSION

uht 3

uht 4

Ki-ka: Cakrawartya Ramadi, Presbem FKG UHT; Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, MD, PhD, Sp. Pd, KEMD, FACE; Dr. Dian Mulawarmanti, drg. MSc., Dekan FKG UHT; Kristanti, drg., M.Kes., Kaprodi FKG UHT; Michelle Evania, Ketua Panitia; Bella Novena, Wapres BEM FKG UHT.

 

Aksi Peduli Kanker Anak – HIMA PSIKG Universitas YARSI

     Kanker merupakan salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia karena kanker. Jika tidak diambil tindakan pengendalian yang memadai, pada tahun 2030 diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya akan meninggal dunia karena kanker. Kejadian ini akan terjadi lebih cepat di negara miskin dan berkembang. Jumlah pasien kanker akan meningkat drastis bila kita tidak berbuat apapun untuk mencegahnya. Karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa.

     Pada tanggal 3 April 2016, HIMA PSIKG Universitas YARSI mengadakan kunjungan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Jl. Percetakan Negara IX No. 10 A Kel. Rawasari, Jakarta Pusat. Agenda ini merupakan salah satu program kerja departemen pengabdian masyarakat HIMA Universitas YARSI. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan rasa peduli dan kecintaan terhadap adik-adik penderita kanker serta memberikan semangat dan motivasi untuk mereka.

     Dalam acara ini, terdiri dari pengurus serta anggota magang HIMA 2016, kaka pendongeng, dan 50 adik-adik penderita kanker. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dengan serangakaian acara yang sangat seru dan tentunya menambah ilmu. Acara berlangsung dimulai dengan pembacaan doa, sambutan dari ketua acara, beserta perwakilan dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia.

yarsi 1

Sambutan dari ketua acara PYRAMID oleh Syelvira dan perwakilan YKAKI oleh Ibu Pia Alamudi

     Selanjutnya dilanjutkan dengan pengenalan dan yel-yel untuk mendekatkan diri dengan adik-adik penderita kanker. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang penuh haru sekaligus meriah dan menyenangkan.

     Setelah saling berkenalan dengan adik-adik, acara berikutnya adalah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk cerita dongeng dan boneka tangan yang diperagakan oleh tamu undangan Aina Fisabila. Cara ini selain memberikan pengetahuan dapat menarik minat karena tidak membuat adik-adik jenuh. Dalam sesi ini, dilanjutkan dengan simulasi sederhana cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan menggunakan model studi gigi. Adik-adik penderita kanker ini terlihat begitu antusias ketika diminta untuk mempraktikannya. Sambil belajar dan bermain, sesi ini dilanjutkan dengan games bersama adik-adik di YKAKI.

yarsi 2

Aksi cerita dongeng oleh Kakak Aina Fisabila dan Kakak Qurrataiani

yang sedang melakukan simulasi menyikat gigi

     Kemudian dilanjutkan dengan mewarnai, dimana panitia yang selalu mendampingi membantu adik-adik ini untuk menyelesaikannya. Suasana ini pun diiringi dengan live music oleh panitia untuk menghibur adik-adik sambil mewarnai.

yarsi 3

Adik-adik sedang mewarnai dengan didampingi panitia sambil diiringi live music oleh panitia

     Acara diakhiri dengan panitia bernyanyi bersama dengan adik-adik penderita kanker, pemberian pelakat serta hadiah kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, dilanjutkan dengan foto bersama.

yarsi 4

Pelepasan balon, bernyanyi, dan bermain bersama dengan adik-adik penderita kanker

yarsi 5

Foto bersama panitia, perwakilan dari YKAKI, serta adik-adik penderita kanker

     Meski singkat, namun berkesan untuk panitia dan semoga bermanfaat untuk adik-adik penderita kanker. Sudah saatnya kita peduli, berbagi, dan berbuat sesuatu untuk mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan kita semua guna mengurangi beban kehidupan mereka. Mengabdi pada masyarakat di sekitar, sebagai anak muda yang peka terhadap masyarakat karena kita sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi merupakan “agent of changes”. SALAM PENGABDIAN.

(Yeni Rahmawati)

Bakti Sosial BEM KBMFKG UMI 2016

Dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yang berlandaskan pengabdian, pada tanggal 19-21 Februari 2016 BEM KBMFKG Universitas Muslim Indonesia kembali lagi mengadakan agenda tahunan yaitu kegiatan Bakti Sosial dengan tema “Merajut Kepedulian Melebur Perbedaan dalam Bingkai Budaya Nusantara”. Agenda tahunan ini adalah salah satu program kerja BEM KBMFKG UMI yaitu Pengabdian Masyarakat bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini dilaksakanan oleh mahasiswa baru angkatan 2015 sebagai salah satu proses kaderisasi dalam Keluarga Besar Mahasiswa Kedokteran Gigi (KBMFKG) UMI dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia.

                     image (1)     image (2)

Kegiatan BAKSOS ini diadakan di SD Inpres Loka Desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Makassar. Kegiatan BAKSOS diadakan selama 2 hari diawali dengan acara pelepasan dan keberangkatan peserta dan panitia dari Makassar ke Bantaeng. Setiba di Bantaeng Peserta dan panitia di sambut dengan acara Welcoming Dinner di Pantai Seruni oleh Sekertaris Daerah Bantaeng. Setelah acara Welcoming Dinner selesai peserta dan panitia diantar menuju Loka Desa Bontomarannu, dimana Desa tersebut adalah tempat dilaksanakannya baskos serta posko penginapan dari perserta dan panitia. Setibanya di Desa tersebut peserta langsung menuju ke posko penginapan serta diadakan breafing.

Pada hari kedua, pengabdian dimulai dengan beberapa rangkaian kegiatan yaitu DHE (Dental Health Education), Sikat Gigi Massal yang diikuti 300 siswa dari SD setempat, . Pada puncak acara yang paling dinantikan oleh warga setempat yaitu pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis. Pada pengobatan gigi gratis ini ada 2 sesi dimana pada sesi pertama pagi hari dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis pada siswa SD setempat, kemudian pada sesi kedua siang hari dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis pada warga setempat. Pada pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis ini siswa SD dan warga setempat dapat mendapatkan ART (Atraumatic Restorative Treatment), perawatan scalling, penambalan kavitas, dan pencabutan gigi. Warga dilayani oleh 32 mahasiswa pre klinik, tidak hanya mahasiswa pre klinik dan dosen, tetapi PDGI Kabupaten Bantaeng juga turun tangan pada ajang pengabdian ini. Antusiasme warga juga sangat luar biasa. SD Inpres Loka Desa Bontomarannu yang dijadikan tempat pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis tidak pernah terlihat sepi dimulai dari pukul 07.00 hingga 16.00. dalam kurun waktu tersebut para operator menangani 572 pasien.

                      thumb_IMG_0508_1024     thumb_IMG_0504_1024

                      image (11)     thumb_IMG_0885_1024

                      image     thumb_IMG_0919_1024

image (6)     image (5)

image (4)     image (7)

Setelah pengabdian pada warga setempat selesai, peserta dan panitia berangkat menuju tempat city tour di Loka yang tempatnya tidak jauh dari posko. Setelah puas menikmati city tour peserta dan panitia kembali ke Pantai Seruni dan diberikan jamuan kembali oleh Bapak Bupati yang diwakili oleh Sekertaris daerah untuk pelepasan kegiatan dan pemberian kenang-kenangan. Pada hari ketiga peserta dan panitia kembali ke Makassar.

                      image (8)     image (9)

Oleh : Uky Damayanti

(Universitas Muslim Indonesia)

The First Summit AOMKI

  

Semangat Kolaborasi! Apa Sih Maksudnya?

           Semangat kolaborasi, merupakan kata-kata yang sering didengungkan akhir-akhir ini di antara mahasiswa-mahasiswa kesehatan. Mengapa mahasiswa-mahasiswa kesehatan perlu berkolaborasi? Apakah berkolaborasi merupakan hal yang penting?

          Health Professional Education Quality (HPEQ) merupakan proyek Dikti yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyedia jasa kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan). Sebelumnya, mahasiswa tidak diikutsertakan di dalam proyek dikti tersebut. Pada tahun 2010, beberapa ormawa kesehatan datang ke Dikti dan meminta diikutsertakan dalam proyek HPEQ sehingga munculah yang disebut dengan HPEQ Students.

       1449077714089Pada tahun 2014, proyek HPEQ selesai lalu dibentuklah AOMKI. AOMKI adalah Aliansi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia. Jadi, AOMKI merupakan kelanjutan dari HPEQ Students dan didukung penuh Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi dan Indonesian Youth Health Professional Society (IYHPS). Anggota AOMKI terdiri dari 9 ormawa kesehatan yaitu, ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia), ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa kedokteran Indonesia), PSMKGI (Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia) , ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia), AMSA (Asian Medical Students Association), ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia), CIMSA (Center For Indonesian Medical Students Activities), ILMAGI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia), dan IKAMABI (Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia).

           Tujuan dari AOMKI adalah  (Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis) kesehatan, menjadi wadah pergerakan mahasiswa kesehatan yang berpengaruh dalam proses usaha peningkatan derajat kesehatan Indonesia, dan berpartisipasi aktif dalam membangun sistem pendidikan kesehatan Indonesia yang bersifat kolaboratif.

           Fungsi AOMKI adalah sebagai wadah kolaborasi untuk semua mahasiswa kesehatan di bidang pendidikan dan kesehatan yang harapannya dengan berkolaborasi dampaknya bisa langsung terkena ke masyarakat. “Selain itu, diharapkan AOMKI dapat dijadikan sebagai wadah pembiasaan mahasiswa kesehatan untuk bekerja sama dengan mahasiswa kesehatan lainnya sehingga mahasiswa kesehatan tersebut dapat mengetahui ranah dan batasannya masing-masing sehingga ketika bekerja di masa depan, tenaga kesehatan bisa bekerja sama dengan baik dan optimal,” Kata Hindun Risni, Koordinator AOMKI

         “Latar belakang diperlukannya kolaborasi ini adalah untuk menghindari medical error yang disebabkan karena faktor manusia. Medical error dapat merugikan pasien secara fisik, materil, dan psikologis dan merugikan tenaga kesehatan. Dengan terlaksananya kolaborasi di bidang kesehatannya, dampaknya dapat terasa langsung pada pelayanan kesehatan, yaitu berupa waktu rawat pasien lebih singkat dan dana untuk pelayanan kesehatan juga lebih hemat sehingga pelayanan kesehatan meningkat yang dapat menyebabkan tingginya derajat kesehatan Indonesia,” Lanjut Hindun.

        14490777317211449077723620

Pada tanggal 31 Oktober-1 November 2015, dilaksanakan The First Summit AOMKI di Bandung. The First Summit AOMKI ini merupakan lanjutan dari Pre-Summit AOMKI yang dilaksanakan tanggal 9-10 Mei 2015. Tujuan The First Summit AOMKI adalah membangun penguatan internal, menjalin silaturahmi anggota dan pengurus AOMKI, dan menyamakan presepsi antar anggota dan pengurus AOMKI. Kegiatan The First Summit AOMKI berupa rapat kerja AOMKI, rapat kerja AOMKI-IYHPS, seminar kolaborasi, dan capacity building. Hasil dari The First Summit AOMKI ini adalah Naskah Akademik, SOP, Program Kerja, BOT, dan Executive Board yang sudah disahkan, alur koordinasi dengan Bimkes, kerja sama dengan IYHPS. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan ormawa kesehatan, perwakilan ormawa kesehatan, executive board, IYHPS, perwakilan Bimkes, perwakilan ormawa kesehatan lain seperti, kedokteran hewan dan fisioterapi, alumni ormawa, dan calon BOT AOMKI (dewan penasihat AOMKI). Sehingga dengan hasil-hasil yang telah dipaparkan, diharapkan AOMKI dapat menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh mahasiswa kesehatan Indonesia agar dapat mencapai Indonesia Sehat. Viva PSMKGI! Semangat Kolaborasi!

DELAVIDA

7Tidak terasa kini Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSPDG) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana telah memasuki usianya yang ke 2. Pada perayaan ulang tahun Delavida yang ke 2 ini, PSPDG FK Udayana mengusung tema “Together We Will Find Happiness” dimana tema tersebut terinspirasi dari kisah PSPDG itu sendiri, yang tidak mungkin berdiri sampai seperti sekarang ini tanpa kontribusi dari seluruh keluarga PSPDG dalam membangun Program Studi ini. Meski tergolong Program Studi baru di FK Udayana, namun PSPDG sudah mampu mencetak mahasiswa-mahasiswanya yang berprestasi di berbagai bidang.

2Perayaan ulang tahun Delavida ini terdiri dari 3 rangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan yang pertama kali dilaksanakan adalah kegiatan bakti sosial di Panti Asuha Salam, yang terlaksana pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015. Selanjutnya adalah rangkaian kegiatan lomba – lomba intern menjelang malam puncak perayaan Delavida. Adapun 4 cabang lomba – lomba intern tersebut yakni futsal, basket, bulu tangkis, dan voli. Dalam setiap cabang lomba, mahasiswa dari seluruh angkatan PSPDG FK Udayana turut dilibatkan, baik sebagai peserta lomba, maupun sebagai supporter untuk menyemangati teman – temannya yang sedang bertanding memperebutkan gelar juara pada masing – masing cabang lomba.

3Rangkaian kegaiatan terakhir dan utama yakni malam puncak perayaan yang jatuh pada hari Sabtu, 21 November 2015 berlangsung dengan sangat lancar dan meriah. Lokasiyang dipilih untuk menjadi tempat pelaksanaan acara tidak jauh dari kawasan kampus FK Udayana itu sendiri, yakni di Auditorium Lantai 4 Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Udayana. Acara di mulai pukul 18.00 WITA segera setelah seluruh tamu undangan memasuki ruangan. Selanjutnya acara di buka dengan sambutan – sambutan, dan dilanjutkan dengan penampilan Tari Kontemporer yang di bawakan oleh salah satu mahasiswa PSPDG angkatan 2013 yang telah mengukir pretasi yang tidak sedikit dalam kesenian tari. Acara juga dimeriahkan dengan suara – suara merdu dari Kepala Program Studi dan para dosen, yang bersedia menyumbangkan suaranya untuk meramaikan malam puncak dari rangkaian Delavida ini. Di tengah – tengah acara sewaktu jamuan makan malam, juga diadakan pemutaran video ucapan – ucapan yang disampaikan oleh ketua – ketua lembaga dan ketua – ketua himpunan mahasiswa dari Program Studi lain yang masih merupakan bagian dari keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

3Dalam kegiatan malam puncak ini, juga diadakan penganugrahan penghargaan yang tidak hanya diberikan kepada mahasiswa namun juga diberikan kepada dosen – dosen pengajar di PSPDG FK Udayana. “Pada perayaan malam puncak ini, kami ingin menunjukkan apresiasi kami terhadap dosen – dosen yang sudah membimbing kami dalam kegiatan perkuliahan, karenanya kami memberikan awards dengan berbagai kategori untuk diberikan pada dosen – dosen yang terpilih”, ujar Rai selaku Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Delavida. Tidak hanya itu, acara malam puncak Delavida juga dimeriahkan oleh penampilan dari teater ternama di Bali yakni Teater Kini Berseri dan juga dimeriahkan oleh suara merdu dari salah satu jebolan IMB yaitu Adhipa.

Demikianlah pelaksanaan rangkaian kegiatan Delavida. Tentunya kesuksesan rangkaian kegiatan Delavida kali ini, tidak lepas dari usaha dan perjuangan yang dilakukan oleh Panitia Pelaksana Kegiatan dengan dibantu oleh pihak – pihak terkait. Semoga perayaan Delavida di tahun – tahun berikutnya bisa mengalami peningkatan dalam pelaksanaannya yang juga diiringi oleh peningkatan prestasi seluruh mahasiswa PSPDG FK Udayana ke arah yang lebih baik.

6

 

4

5

1

Caninus Vol.1 No.2 (Edisi November 2015)

caninusHey, Caninus Edisi November sudah terbit lhoooo…

Ayo baca Caninus, ada info-info menarik seputar dunia kedokteran gigi di Indonesia.

Ada pers release Baksosnas 2015, 62th Annual IADS Congress, ada profil drg.Teuku Ahmad, Sp.BM, dan masih banyak lagi.

Caninus Volume 1 No.2 ini mengambil tema Headline Hari Dokter Indonesia yang diperingati setiap tanggal pada tanggal 24 Oktober.

Ada games menarik buat kamu dan dapatkan merchandise menarik dari kami.

Tunggu apalagi, Caninus Volume 1 No.2 dapat kamu akses dibawah ini :

6th IDSS (International Dental Summer School) Muhammadiyah University of Yogyakarta

     Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali menyelenggarakan IDSS (International Dental Summer School) pada tanggal 10-26 Agustus 2015. IDSS merupakan salah satu program summer school tahunan yang hingga saat ini masih berada dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Gigi (HIMAKAGI) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

     Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa kedokteran gigi dan fresh graduate dentist dari seluruh dunia. Kegiatan yang telah diakui dan didukung oleh IADS (International Asocciation of Dental Students) ini merupakan Summer School pertama yang ada di Indonesia khususnya dibidang Kedokteran Gigi. Tahun ini IDSS diikuti oleh 17 peserta dari 7 negara, yaitu Malaysia, Aljazair, Mesir, Italy, Slovakia, Romania serta Polandia.

            Arya Nur Ihsan selaku Project Manager IDSS 2015 mengungkapkan bahwa hal yang mendasari kegiatan IDSS ini adalah keinginan untuk memperkenalkan beberapa subjek yang jarang ditemui kepada mahasiswa kedokteran gigi dari seluruh dunia, berbagi pengalaman dan juga bertukar budaya. IDSS pada tahun ini mengusung tema Sealing for Smiling, tema ini dipilih dalam rangka ikut menyemarakkan WOHD yang bertema pencegahan gigi berlubang.

     IDSS sudah dilaksanakan sejak tahun 2010, sehingga tahun ini merupakan pelaksanaan IDSS yang ke-6. Terdapat dua jenis program utama yang dilaksanakan pada saat IDSS, yaitu educational program dan non educational program. Educational program merupakan program akademik yang diikuti oleh seluruh peserta, yaitu lecture atau kuliah umum dari dosen pakar, mengunjungi puskesmas dan posyandu, skills lab, tutorial, asisting, dan juga diskusi serta pemaparan hasil. Sedangkan untuk non educational programnya antara lain camping, rafting, village day, dll. Selain itu terdapat suatu agenda yang bertujuan untuk mengenalkan ragam budaya Nusantara khususnya budaya Yogyakarta dan peserta mengenalkan budaya daerah asal serta bertukar makanan khas daerah masing-masing.

     Kegiatan IDSS 2015 ini berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tidak hanya mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter Gigi UMY yang tergabung dalam kepanitiaan saja yang terlibat dalam acara ini, namun juga dosen dan civitas akademika UMY, pihak RSGM UMY, beberapa dosen pakar yang diundang khusus pada IDSS, pihak puskesmas, SLB, dan pihak lain yang ikut serta melancarkan IDSS.

     “Semoga IDSS terus bisa mengharumkan nama Program Studi pendidikan Dokter Gigi UMY sebagai salah satu Prodi Kedokteran Gigi terbaik, serta  menjadi pionir yang dapat menjadi acuan diadakannya summer school khususnya dibidang Kedokteran Gigi. Semoga IDSS semakin matang perencanaan dan pelaksanaannya, sehingga semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional”, ujar Arya ketika ditanya mengenai harapan IDSS untuk kedepannya. (HS)

UMY 1

UMY 2

UMY 3

-Hafida Setiasri-

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Dentistry Charity VI FKG UNAIR di Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan

unair 1     Bakti Sosial “Dentistry Charity” atau Baksos DC merupakan program kerja dari departemen pengabdian masyarakat BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Tahun ini merupakan keenam kalinya DC dilaksanakan. DC VI dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 24 agustus 2015 kemarin yang berlokasi di Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan. Baksos DC kali ini banyak didukung berbagai pihak, khususnya dari pemerintah daerah kabupaten pacitan dan juga dinkes kabupaten pacitan. “Alasan kami memilih Kabupaten Pacitan khususnya di Desa Sirnoboyo menjadi lokasi baksos tahun ini karena masih minimnya tenaga kesehatan dan dokter gigi disana.” Ujar Ahmad Sukma Faisal, ketua panitia DC VI.

     Rombongan yang beranggotakan 70 mahasiswa preklinik, 21 mahasiswa klinik, dan 9 dokter gigi tersebut diberangkatkan secara resmi oleh Prof. Drg. Coen Pramono D, SU.,SpBM(K).,FICS selaku dekan FKG Unair pada tanggal 21 Agustus lalu di kampus A FKG Unair. Rangkaian kegiatan baksos ini diawali dengan beberapa penyuluhan dan pelatihan untuk masyarakat setempat, seperti pelatihan basic life support, dan penyuluhan hewan ternak bersama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Unair,  penyuluhan mencuci tangan, dan EDE yang dikemas dalam bentuk lomba kesehatan gigi di beberapa SD di Sirnoboyo.

unair 2     Acara dilanjutkan keesokan harinya yang merupakan puncak dari acara baksos DC VI yaitu pengobatan gigi gratis berupa pembuatan gigi palsu, pencabutan, tambal, dan pembersihan karang gigi. Antusiasme warga membuat pasien yang dapat tertangani berjumlah 350 pasien, melebihi yang ditargetkan panitia. Selain melakukan bakti sosial, para panitia pun juga ikut meramaikan dan membaur dengan masyarakat sekitar pada kegiatan Festival Rontek yang dilaksanakan setahun sekali di Pacitan.

unair 3     Kegiatan ini ditutup dengan meriah dari penampilan warga di acara syukuran pada malam harinya. Masyarakat desa Sirnoboyo melalui kepala desanya, mengatakan sangat antusias dan senang dengan kedatangan tim baksos DC VI ini. Faisal, ketua panitia DC VI, mengharapkan dengan diselenggarakannya baksos DC VI di Kabupaten Pacitan khususnya di Desa Sirnoboyo ini dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat setempat dan menumbuhkan kesadaran untuk tetap menjaga kesehatan gigi.